M a n g - O m e t - T e a


PASAR FLORA | TREND FLORA | WISATA FLORA


Saturday, September 5, 2020

Belajar Menanam Kangkung Untuk Kebutuhan Sayuran Keluarga

Halo teman-teman, pada kesempatan kali ini saya akan menulis tentang sayuran berdaun hijau, yaitu kangkung. Konon katanya kangkung ini sayuran yang bisa membuat mengantuk jika sudah memakannya, apakah ini fakta atau mitos? Entahlah, beberapa sumber yang saya temukan menyebutkan bahwa belum ada penelitian yang secara benar dan ilmiah, hanya bersifat menduga-duga. Akan tetapi berdasarkan kandungan dari kangkung tersebut, ada beberapa zat yang membuat tubuh merasa tenang dan membuat sistem saraf otak bekerja lebih rileks. Mungkin hal inilah yang membuat rasa mengantuk setelah memakan sayuran kangkung.

Rasanya terlalu jauh melenceng saya membahas tentang kangkung, kita kembali pada tema awal ya teman-teman yaitu belajar menanamnya. Kangkung sendiri yang saya tahu ada dua jenis, yaitu kangkung darat dan kangkung air, hal ini dibedakan berdasarkan tempat tumbuhnya dimana kangkung darat tumbuh pada tanah yang cenderung kering (sedikit air) sedangkan kangkung air pada tanah yang cenderung banyak air (agak becek). Jika dilihat dari bentuk daunnya, dapat dibedakan kalau kangkung darat memiliki bentuk daun yang memanjang, sedangkan kangkung air memiliki bentuk air yang cenderung melebar.

Pada tulisan kali ini saya akan menanam jenis kangkung air, karena kebetulan lahan yang ditanami ada dipinggir kolam ikan dengan karakteristik tanah yang basah dan cenderung becek, sehingga sangat cocok untuk ditanami kangkung air. Menanam kangkung air ini tidak perlu benih (biji), karena menanamnya cukup dengan sistem stek batang, yaitu dengan menancapkan batang kangkung air, asalkan batang tersebut ada ruasnya, seperti halnya menanam ubi jalar.

Setelah dua pekan stek batang kangkung air ditanam, biasanya akan keluar tunas. Pada saat ini bisa dilakukan pemupukan, cukup dengan pupuk kandang berupa kotoran kambing. Kalau punya saya sendiri tidak dilakukan pemupukan karena saya menanamnya di pinggir kolam ikan, jadi sudah terpupuk oleh kotoran ikan.

Setelah empat pekan atau kurang lebih satu bulan, biasanya tunas sudah panjang, ini bisa dilakukan pemanenan untuk dimasak, atau bisa juga dibiarkan untuk menunggu lebih banyak lagi tunas, tapi sebaiknya dipotong ujung tunasnya supaya keluar banyak tunas pada tiap ruasnya. Biasanya setelah beberapa hari (sekitar 3-5 hari) akan keluar tunas-tunas baru yang siap dipanen untuk dimasak.

Panen kangkung yang saya lakukan biasanya saya lakukan dua kali dalam satu pekan atau selang 2-3 hari. Jika memiliki lahan yang cukup luas bisa sebagian untuk dibagikan ke tetangga atau dijual. Beberapa testimoni dari beberapa orang menyebutkan bahwa kangkung air memiliki rasa yang lebih enak dari pada kangkung darat, karena kangkung air memiliki tekstur yang lebih lunak, sedangkan kangkung darat memiliki tekstur agak alot. Tapi saya rasa hal ini tergantung dari teknik pengolahan saat memasaknya, terkadang bahan alot cocok untuk dimasak A tapi tidak cocok dimasak B, begitu juga sebaliknya.

Kangkung yang saya panen biasanya diolah menjadi tumis kangkung, gado-gado kangkung, lalapan kangkung (cocol sama sambal terasi), rujak kangkung (dimakan saat tengah hari ke sambal rujak, rasanya menyegarkan). Kalau kamu sendiri sukanya olahan apa dari sayur kangkung ini teman? Kasih tahu saya ya resepnya di kolom komentar, siapa tahu saya bisa mencoba mengolahnya sesuai resepmu.

Nah demikian tulisan saya tentang sayur kangkung ini, berikut ini saya tampilkan beberapa foto tanaman kangkung yang ada di lahan saya, semoga bisa menginspirasi teman semua ya dan menjadi ketahanan pangan keluarga dengan skala kecil tentunya.


Maaf jika ada kesalahan dan kekeliruan dalam tulisan ini.
Mohon tulis koreksi dan sarannya pada kolom komentar di bawah ini.
* Terimakasih *

2 comments:

  1. enak sih kangkung itu,saya paling suka makan kangkung.artikelnya keren.
    saling kunjung ya gan ke artikel aku di https://shareinfosehatku.blogspot.com/

    ReplyDelete